Sistem Keamanan Biometrik Pada Smartphone
Sistem
Keamanan Biometrik Pada Smartphone
Kata
Pengantar
Dewasa ini sebuah keamanan dan privasi merupakan hal yang
sangat langka, dalam smartphone dewasa ini yang namanya keaman merupakan salah
satu dari daya jual para pabrikan pembuat ponsel cerdas. Perkembangan
pengamanan pada smartphone pun cukup unik, mulai dari sekedar input pin atau
password lalu berkembang menjadi sistem keamanan yang sangat canggih dan aman.
Itu semua berkat inovasi dari para produsen dan arsitektur komputer yang sangat
brilian. Sistem keamanan ini pun mulai menjadi tren dan melahirkan inovasi
inovasi lainnya yang memanfaatkan sistem keamanan tersebut, seperti fitur apple
pay, atau android pay yang mengambil kesempatan transaksi perbankan dengan
fitur keamanan biometrik.
Biometrik secara general adalah pembelajaran tentang
karakteristik biologi yang terukur. Dalam dunia teknologi informasi, biometrik
relevan dengan teknologi yang digunakan untuk menganalisa fisik dan kelakuan
manusia dalam autentifikasi sebuah keamanan.
Pembahasan
Pada masa modern ini sistem keamanan pada smartphone kita
semakin canggih, hal ini dikarenakan smartphone saat ini semakin lama semakin
serba guna dan banyak fungsinya untuk menunjang pekerjaan kita sehari-hari.
Sehingga dibutuhkan sistem keamanan pada perangkat kita yang sangat tinggi
karena harus mengamankan data pribadi atau pekerjaan yang sifatnya sangat
sensitif. Sistem keamanan pada ponsel genggam pun berkembang dari yang awalnya
hanya menggunkan sistem kombinasi angka hingga menggunakan teknologi biometrik
dan menggunakan bagian tubuh kita untuk membuka struktur keamanan kita
tersebut. Mari kita bahas satu – persatu perkembangan sistem keamanan pada
smartphone.
1.
Sistem Pin
Pada
sistem keamanan pin ini biasanya kita akan menggunakan kombinasi 10 digit angka
untuk membentuk 6 atau 4 digit angka beruntut. Kelebihan dari sistem keamanan
ini adalah prosesnya yang cepat, mudah diingat, tetapi juga memiliki kelemahan
diantaranya adalah, kombinasi angkanya yang sedikit sehingga kemungkinan
peluang kombinasi pin ditebak oleh orang lain sangat besar, apabila
kombinasinya sulit maka juga akan susah diingat, dan tingkat keamaannya pun
sangat kurang.
1.
Sistem Password
Pada
sistem keamanan passsword ini biasanya kita akan menggunakan kombinasi huruf,
angka, dan simbol untuk membentuk password. Batas digit yang digunakan pun tak
terbatas atau lebih besar dibandingkan dengan pin biasa, tingkat kerumitannya
pun lebih susah ditebak, dan lebih aman dibandingkan dengan pin biasa. Namun
kekurangannya ajalah entitas lebih susah untuk diingat dan kebanyakan user
sering menggunakan kata kata yang umum untuk dijadikan password sehingga
peluang ditebaknya pun sangat mudah apabila kita tidak serius dalam
menggunakannya.
2.
Pattern (Tanda)
Pada
sistem keamanan pattern ini biasanya kita akan menggunakan kombinasi panah atau
alur panah untuk membentuk password. Batas arah panah yang digunakan pun bisa
dipilih atau berdasarkan spesifikasi atau pabrikan handphone tersebut. Panahan
yang digunakan dan disediakan pun beragam sesuai, ada pengaturan 3x3, 4x4,
hingga intuk perangkat yang lebih besar biasanya bisa mencapai pengaturan 8x8
atau 16x16 dot titik. Sistem pattern ini jauh lebih aman daripada password dan
pin, karena kita hanya tinggal menggambar secara digital pattern nya dan
perangkat pun akan terbuka. Namun kadang pattern yang kita buat terkadang
terlalu rumit sehingga kita bisa lupa arah patternnya.
Sistem Biometrik
Setelah kita mengetahui
beberapa sistem keamanan konvensional pada smartphone barusan, saat ini telah
banyak berkembang, berbagai macam pilihan keamanan dengan menggunakan sistem
biometrik pada tubuh kita. Artinya kita tidak perlu mengingat kata kunci atau
entitas untuk membuka sistem keamanan pada handphone kita, hanya perlu
menggunakan bagian tubuh kita yang unik untuk membukanya. Hal ini jauh lebih
aman, karena cenderung bersifat lebih pribadi dan tidak repot dalam
penggunaannya.
3.
Face Recognition
Pada
sistem keamanan ini kta menggunakan keamanan biometrik pemindai wajah, biasanya
smartphone akan memfoto setiap detail wajah kita sebagai contoh untuk
menyamakan sat membuka perangkat kita, bila kita hendak membuka perangkat kita
maka sistem akan secara otomatis membuka kamera dan mengambil foto kita, lalu
menyamakan gambar dengan gambar yang sudah disimpan sebelumnya. Cara ini cukup
aman, akan tetapi sering dapat dipalsukan dengan cara menunjukkan foto
pengguna, atau kadang hasilnya tidak terlalu akurat.
1.
Finger Scanner
Sistem
keamanan menggunakan sidik jari ini adalah yang paling populer saat ini,
keamanan biometrik dengan menggunakan entitas sidik jari ini merupakan sistem
keamanan yang paling bisa diandalkan kredibilitas, kemudahan, dan keamanannya
yang paling bisa menjanjikan, sehingga sistem ini sangat populer saat ini.
Karena sidik jari setiap manusia di dunia ini memiliki struktur yang sangat
berbeda dan kemungkinan sama sangat kecil bahkan hanpir tidak mungkin, maka
sudah dipastikan finger scanner ini sangatlah aman.
2.
Iris Scanner
Sistem
keamanan ini menggunakan proses penyimpanan iris mata pengguna, pattern atau
tanda iris yang dimiliki manusia adalah unik dan berbeda satu sama lainnya, dan
sangat tidak mungkin untuk di replika, yang berarti autentikasi menggunakan
iris merupakan cara yang aman untuk menjaga privasi smartphone, namun iris
scanner ini juga memiliki kelemahan yaitu lambat nya proses autentikasi
sehingga mengganggu produktifitas pengguna.
3.
True Depth Facial Recognition
Sistem
keamanan ini baru dikembangkan oleh Apple untuk perangkat iPhone X yang mereka
luncurkan. Sistem keamanan ini sangat mirip dengan face recognition namun
perbedaanya, pada sistem ini smarphone menggunakan beberapa teknologi tambahan
seperti proyektor titik dan kamera inframerah. Sehingga sistem keamanan ini
merupakan sistem keamanan pada smartphone yang paling canggih bahkan Apple
mengklaim bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan autentikasi hanya terjadi
dalam rentang 1 : 100000000.
Fitur yang Memanfaatkan
Sistem Keamanan Biometrik
·
Android Pay & Apple Pay
Pada
dasarnya Android Pay dan Apple Pay adalah layanan dompet digital dengan sistem
keamanan perbankan kontak-less, artinya kita bisa menambahkan kartu kredit,
kartu debit ataupun rekening bank lainnya ke dalam layanan tersebut, kemudian
ketika user ingin menggunakan kartu debit atau transaksinya pada toko retail
atau belanja pada internet. User tidak perlu memasukan detail akun dan kartu
bank tersebut pada saat transaksi, user hanya perlu menempelkan handphone
kepada device ber nfc pada toko, lalu menempelkan sidik jari atau sistem
keamanan biometrik lainnya yang telah diatur untuk melakukan pembayaran. Cara
ini jauh lebih aman dibandingkan kita menggesekan kartu kredit/debit pada mesin
edc yang berpotensi terjadinya pencurian kartu dan fraud.
Kesimpulan
Pada akhinya sistem
keamanan pada perangkat smarphone pun berkembang pesat sangat jauh, mulai dari
sistem pin dan pola sederhana, hingga menggunakan entitas autentikasi biometrik
yang sangat canggih, dari berkembangnya sistem biometrik yang canggih tersebut
lahirlah pula inovasi – inovasi lainnya yang memanfaatkan sistem keamanan
tersebut, seperti Android Pay, dan Apple Pay yang memudahkan transaksi
perbankan sekaligus membuatnya lebih aman dan terjaga.
Saya harap dengan adanya
pembahasan mengenai sistem keamanan biometrik pada smartphone kali ini dapat
menggugah kesadaran kita akan pentingnya data privasi pribadi dan ikut turut
mengawasi dan mengamati perkembangan sistem keaman pada bidang ini, dan
berharap akan menghadirkan inovasi - inovasi baru yang terinspirasi dari sistem
keamanan ini.
Daftar
Pustaka








Komentar
Posting Komentar